JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara resmi meluruskan informasi yang beredar liar di berbagai platform media sosial terkait kabar rencana akuisisi saham perusahaan oleh pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam. Manajemen BCA menegaskan bahwa narasi aksi korporasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Isu ini sempat memicu perbincangan hangat di kalangan investor dan publik setelah dikaitkan dengan rumor akuisisi saham oleh entitas bisnis kawasan. Menanggapi spekulasi tersebut, Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan bahwa informasi yang beredar bukan berasal dari saluran resmi perseroan. Sebagaimana dikutip dari artikel Kompas.com berjudul “BCA Bantah Kabar Akuisisi Saham oleh Haji Isam” (25 September 2026), Hera menegaskan:
“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata Hera.
Hera menjelaskan bahwa struktur kepemilikan saham bank berkode emiten BBCA ini masih tetap didominasi oleh pemegang saham utamanya, yakni PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) dengan porsi kepemilikan sebesar 54,94 persen. Manajemen menekankan bahwa operational perusahaan senantiasa berjalan berlandaskan regulasi dan tata kelola yang transparan.
Merujuk pada artikel berita Inilah.com (“BCA Tegaskan Rumor Akuisisi Saham oleh Haji Isam tidak Benar”, 25 September 2026), Hera menyampaikan komitmen perseroan dalam menjaga integritas informasi publik:
“BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku,” lanjut Hera.
Senada dengan bantahan pihak perbankan, kubu Haji Isam melalui kuasa hukum Jhonlin Group juga secara terpisah membantah klaim akuisisi tersebut. Dalam publikasi berita Indonesiaraya.co.id (“Rumor Haji Isam Akuisisi BCA Beredar, Ini Klarifikasi BCA dan Fakta Transaksi 30 Persen Saham BYAN”, 26 September 2026), kuasa hukum Jhonlin Group, Junaidi Tirtanata, meluruskan kekeliruan narasi di media sosial:
“Informasi mengenai Haji Isam akan mengakuisisi BCA itu hoaks. Tidak ada pernyataan maupun informasi resmi dari pihak kami mengenai rencana tersebut,” tegas Junaidi.
Pihak BCA mengimbau para investor serta nasabah agar selalu berhati-hati terhadap isu spekulatif maupun potensi modus kejahatan phishing serta manipulasi informasi keuangan di ruang digital. BCA meminta publik untuk senantiasa memverifikasi kebenaran setiap aksi korporasi hanya melalui keterbukaan informasi resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun kanal resmi perusahaan.







